Monday, 22 October 2012

Nissan Juke R, 0-100 Km/Jam dalam 3 Detik



detail berita
F: Nissan Juke R (motorbeam)
LONDON – Meski bukan berstatus sebagai supercar, tapi Nissan Juke R ini sepertinya layak disejajarkan dengan mobil super berkecepatan tinggi. Juke R dimodali mesin massif dengan tenaga besar.

Nissan Juke R ini akan berstatus sebagai mobil edisi terbatas. Juke R dibangun dengan menggunakan platform dari Nissan GT-R, dengan bodi yang dipakai tetap dari Nissan Juke. Desainnya dikembangkan oleh Nissan Design Europe (NDE) di London.

Wajah depan mendapau beberapa ubahan seperti, bumper dengan lubang udara untuk membantu pendinginan mesin. Bodi kit mobil ini dibuat dari bahan serat karbon. Lubang udara pada bumper berpadu dengan lampu kabut. Sementara di bagian belakang ada dua knalpot, dan spoiler baru di bagian atas.

Nissan Juke R mampu memproduksi daya 485 BHP. Tenaga tersebut mampu hadir dari mesin V6 twin-turbo yang berkapasitas 3.8-liter. Mesin diambil dari Nissan GT-R. Berkat mesin ini, Nissan Juke R mampu mencatat akselerasi dari 0-100 km/jam hanya dalam tiga detik.

Akselerasi cepat tersebut mampu diraih Juke R sebelum menyentuh kecepatan maksimal 275 km/jam. Mesin dipadukan dengan transmisi otomatis enam percepatan dengan kopling ganda.

Juke R menggunakan desain batang kemudi dan juga konsol tengah yang diambil dari Nissan GT-R. Sedangkan velgnya menggunakan model sport dengan ukuran 20 inci.

Pabrikan mobil asal Jepang ini mulai membuka harga untuk Juke R. Tapi harga ini baru berlaku untuk konsumen Eropa. Nissan membuka harga Juke R mulai 500.000 Euro atau setara Rp6,2 miliar.

Sunday, 21 October 2012

Teknologi Saringan Keramik Sabet Juara Inotek Award



detail berita
Tirta Cupumanik (TCM) (Foto: Lutfhi/Okezone)
JAKARTA - Acara Forum Inovasi Teknologi (Inotek) menghadirkan berbagai macam produk teknologi besutan para inovator-inovator lokal. Pada perhelatan tersebut, terdapat Inotek Award atau penghargaan terhadap karya inovatif, yang berhasil disabet oleh Yayasan Tirta Indonesia Mandiri dengan teknologi saringan keramik, Tirta Cupumanik (TCM).

Risyana S, selaku pendiri sekaligus ketua umum Yayasan Tirta Indonesia Mandiri berhak membawa pulang penghargaan (plakat), yang diserahkan langsung oleh Ilham Habibie (Dewan Pembina Inotek) di Jakarta, Minggu (21/10/2012).

Risyana mengungkapkan, teknologi saringan keramik ini telah ada sejak lama, bahkan beberapa puluh tahun lalu telah dibuat. Hanya saja, ia menegaskan bahwa produk inovatif yang dikembangkannya merupakan produk yang murah dan bisa diciptakan oleh siapapun, yang serius menggelutinya.

"Teknologi ini menyaring air mentah, menjadi air minum. Kapasitas tampung 8 liter, kecepatan aliran 3,5 liter per jam," kata Risyana kepada Okezone.

Ia menjelaskan, bahan-bahan saringan keramik ini seperti lempung serta sekam padi, kemudian dibakar selama 8 jam pada suhu di atas 900 derajat celcius. "Ini bisa menyaring bakteri, sehingga virus hilang. Untuk perawatan mudah, yakni satu atau dua bulan tinggal dibersihkan bagian penyaringnya," jelasnya.

Ia mengatakan, produk TCM yang dibanderol Rp250 ribu ini ramah lingkungan dan bisa dipesan di daerah Pejompongan, Jakarta. Sehingga, terjangkau untuk seluruh kalangan masyarakat.

Lebih lanjut ia mengatakan, dalam sehari bisa diproduksi 30 unit TCM. Selain itu, bahan mudah didapat dengan memanfaatkan sekam padi sisa penggilingan beras yang tidak terpakai.

Keunggulan TCM antara lain, mengurangi konsumsi bahan bakar karena air tidak perlu lagi direbus. Meningkatkan ketersediaan air bersih yang layak minum sesuai baku mutu dengan harga yang lebih terjangkau (hampir 50 kali lebih murah dibandingkan dengan harga air kemasan).

Selain itu, TCM juga tahan lama dengan masa pakai sampai 3 tahun. Elemen saringan terdiri dari pot keramik yang ditempatkan pada wadah penampung dengan keran dan tutup.

Air diolah dengan cara dibiarkan meresap melalui dinding pot, yang menghasilkan air yang sehat untuk diminum. Untuk mencegah tumbuhnya bakteri, saringan keramik diberi lapisan perak nitrat.

Saringan keramik sudah dikenal sejak hampir 200 tahun yang lalu. Saringan keramik pertama diproduksi oleh Henry Doulton pada 1827, yang melakukan pengembangan untuk menghilangkan bakteri dari air minum. (adl)